ASSALAMU'ALAIKUM... SELAMAT DATANG PARA PENGUNJUNG !

"Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah Swt) Yang menyembuhkan aku" (QS.26 Asy-Syu'araa':80)
"Pengobatan yang utama yang kalian lakukan adalah BEKAM"
(HR.Bukhari, hal.5696)
"Nabi Saw pernah diBEKAM Abu Thibbah, lalu Beliau Saw memerintahkan diberi upah 2 sho' makanan"
(HR.Bukhari-Muslim)
"Kesembuhan itu ada pada 3 hal: minum Madu, berBEKAM dan Kay sundutan api, Sesungguhnya aku melarang ummatku dari Kay"
(SHOHIH Al-Bukhari, ath-thibb,juz 1)
"Gunakanlah Habbatussauda, karena ia obat untuk semua penyakit, kecuali maut"
(HR.Bukhari-Muslim)

Ragam Pengobatan Nabi Saw


Ragam MU'JIZAT PENGOBATAN NABI SAW
Berobat adalah sunnah (kebiasaan) para Nabi dan orang-orang Shalih, termasuk Rasulullah Muhammad SAW, Berdasarkan banyak dalil sunnah Pengobatan & Penyembuhan Cara Nabi SAW, jika dikelompokkan secara garis besarnya, maka ada empat macam :
  1. Spiritual Illahiyah:  do’a dan dzikir atau dikenal dengan istilah Ruqyah Syar’iyah.
  2. Materi Natural:  yaitu obat alamiah bukan obat kimia sintetis, berupa resep-resep nabawy, seperti : madu, zam-zam, zaitun, habbatussauda’, talbinah, kurma, jahe, bawang putih, timun, dll. 
  3. Bersifat Terapi: seperti : Hijamah, al kayy, pemijatan, usapan, dll. 
  4. Kombinasi dari ketiganya.
Ibnul Qayyim Berkata : “Pengobatan cara Nabi tidak seperti layaknya pengobatan para ahli medis. Pengobatan cara Nabi dapat diyakini dan bersifat pasti, bernuansa Illahy berasal dari wahyu dan misykat nubuwah serta kesempurnaan akal“ (Ath-Thibbun Nabawi-Pengobatan & Penyembuhan menurut wahyu Nabi SAW hal. 60).

Berobat adalah sunnah (kebiasaan) para Nabi dan orang-orang Shalih, termasuk pula Rasulullah Muhammad SAW, bahkan beliau memerintahkan :
“Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah, karena Allah SWT tidak menciptakan penyakit melainkan juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja yaitu penyakit tua”. (HR. Abu Daud).
“Perut adalah rumah bagi segala macam penyakit, dan penjagaan atas makanan adalah permulaan pengobatan”. (HR. Ad Dailami).
“Setiap penyakit ada obatnya, jika suatu obat tepat untuk suatu penyakit maka dengan seijin Allah penyakit itu akan sembuh“ (HR. Muslim)
Dan tatkala Nabi Ibrahim jatuh sakit beliau berkata :
“Dan apabila akau sakit Dialah (Allah SWT) yang menyembuhkan aku”. (QS. Asy-Syu’ara : 80).
Begitu banyak ragam pengobatan & penyembuhan dengan hasil yang benar-benar nyata dan dapat dirasakan, berkat penemuan dan usaha manusia. 
Tapi adakah yang dapat mengalahkan pengobatan cara Nabi SAW, yang perkataannya hanyalah berdasarkan wahyu, tidak diucapkan menurut dorongan nafsu?
“dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)“. (QS. An Najm : 3-4)