ASSALAMU'ALAIKUM... SELAMAT DATANG PARA PENGUNJUNG !

"Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah Swt) Yang menyembuhkan aku" (QS.26 Asy-Syu'araa':80)
"Pengobatan yang utama yang kalian lakukan adalah BEKAM"
(HR.Bukhari, hal.5696)
"Nabi Saw pernah diBEKAM Abu Thibbah, lalu Beliau Saw memerintahkan diberi upah 2 sho' makanan"
(HR.Bukhari-Muslim)
"Kesembuhan itu ada pada 3 hal: minum Madu, berBEKAM dan Kay sundutan api, Sesungguhnya aku melarang ummatku dari Kay"
(SHOHIH Al-Bukhari, ath-thibb,juz 1)
"Gunakanlah Habbatussauda, karena ia obat untuk semua penyakit, kecuali maut"
(HR.Bukhari-Muslim)

Malpraktik Terapi Bekam

Di Klender Jakarta Timur, ada seorang akhawat yang lumpuh total selama tiga minggu setelah dihijamah di lutut belakang, menggunakan lancet, karena di samping darah yang keluar, juga keluar cairan sinovial
Di Madiun, ada seorang penghijamah yang menghijamah pasien hepatitis. Seminggu kemudian dia menghijamah anaknya sendiri dengan menggunakan cup yang sebelumnya dipergunakan untuk menghijamah pasien hepatitis tersebut. Dampaknya, anak ikhwan penghijamah tersebut terinveksi hepatitis dan harus opname di rumah sakit.
Di Blora ada seorang ikhwan yang kepalanya terus menengok ke arah kanan dan tidak bisa lagi mengarah lurus ke depan setelah sebulan sebelumnya dihijamah di vertebra pada posisi torakal
Di Semarang juga di Jakarta ada seorang ikhwan yang mengalami bengkak di pipi kanan-kiri selama tiga bulan dan lidah kesemutan setelah dihijamah menggunakan lancet di titik kahil karena posisinya yang terlalu ke atas.
Di Banyumas ada seorang ikhwan penghijamah yang menurunkan name board­ pengobatannya karena takut dampak hijamah yang dilakukannya, karena kaki orang yang dihijamahnya bengkak membesar, kesemutan dan paralysis selama seminggu, karena dia menghijamah pasiennya itu di betis belakang karena kakinya kesakitan disebabkan kadar asam urat yang tinggi.
Di Bekasi ada seorang anak kecil usia sepuluh tahun dihijamah di punggung sebanyak lima belas titik menggunakan silet, karena autis. Tidak ada perubahan dan kesembuhan, justru traumatic akut karena ketakutan dan rasa sakit dihijamah sebanyak itu. Apa pasal? Karena penghijamah memasang tarif Rp. 10.000,- untuk setiap titik.
Terlalu banyak pasien hijamah yang kulitnya belang-belonteng (Scar permanent) bekas torehan, karena torehan terlalu dalam hingga ke dermis dan mengenai kelenjar lemak.
Secara umum inilah bentuk-bentuk malpraktik hijamah yang selama ini terjadi di tengah masyarakat kita:
1.      Mengabaikan tempat dan lingkungan hijamah
2.      Kurang perhatian terhadap darah hijamah
3.      Keterbatasan penguasaan dasar-dasar patologi dan anatomi tubuh
4.      Torehan menggunakan silet
5.      Torehan menggunakan alat khusus bermata pisau
6.      Hanya menggunakan tusukan dengan jarum tanpa mau menggunakan torehan
7.      Scar permanen karena torehan yang terlalu dalam
8.      Titik hijamah di organ tubuh yang dilarang
9.      Titik hijamah yang kurang tepat sasaran
10.    Mengabaikan tahapan hijamah
11.    Pola sterilisasi medio hijamah
12.    Sterilisasi alat-alat hijamah
13.    Mengabaikan penggunaan alat-alat medis modern untuk proses operasi kecil atau  bedah minor
14.    Mengobati beberapa pasien sekaligus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan masukkan komentar anda didawah ini: